BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Revolusi
hijau melahirkan
varietas berdaya hasil tinggi
yang responsif terhadap pemupukan.
Selanjutnya pupuk terutama urea menjadi
komponen utama
sarana
produksi
untuk mencapai produktivitas
yang tinggi. Petani
mulai
tergantung
pada
pupuk anorganik dan mempunyai kecenderungan
memberikan pupuk dengan dosis yang melebihi
rekomendasi.
Penggunaan pupuk anorganik terus menerus tanpa disertai aplikasi pupuk
organik dapat menyebabkan ketidakberimbangan unsur hara
dalam tanah, rendahnya efisiensi pemupukan, rusaknya struktur tanah, dan
rendahnya mikrobiologi tanah. Selain itu, penggunaan pupuk anorganik secara
terus menerus dapat merusak tanah
sehingga perlu diimbangi dengan pemberian pupuk kandang. Penggunaan pupuk
cair dapat digunakan untuk mengatasi ketidakberimbangan unsur hara
tanah sehingga tanah memperoleh hara yang cukup
dan berimbang.